![]() |
| Cilacap, Juli 2010 |
Masih
ingat? Tahun-tahun pertama kuliah, dimana jiwa dan ragamu berada jauh dari
rumah, dan merasa bebas untuk pertama kalinya. Yang sebelumnya orang tua gak
ngijinin punya piaraan, sekarang bisa punya. Yang sebelumnya gak dapet ijin
pulang malem tanpa alesan, sekarang bisa kapanpun. Yang sebelumnya gak dapet
restu kalo nginep dirumah temen, sekarang bisa sesuka hati. Yang sebelumnya
musti potong rambut rapi dan parlente, sekarang bisa gaya apapun, mulai dari
potongan gaya ronaldo, ronaldinho, sampe gaya rano karno pun bisa. Tahun
pertama memang mengesankan.
Tahun
kedua, masalah mulai berkenalan denganmu. Tahun dimana kamu harus lebih sering
nginep di rumah/kos temenmu, dan tidur larut karna alasan kerja kelompok
ngerjain tugas. Kamu mulai harus memilih, mau jadi apa kamu kelak. Mulai
memilih mata kuliah yang harus diambil dan yang harus ditinggalkan. Di tahun
kedua kamu sudah memiliki banyak teman yang siap mendengarkan curhatan galaumu.
Ataupun tulang rusukkmu sudah mulai engkau kenal (ataupun belum.)
Tahun
pertengahan, kamu sudah kenal betul dengan tempatmu kuliah. Resto yang
enak, tempat nongkrong yang asyik, bahkan tempat kos unik. Makanya pindah kos
jadi topik menarik. Pindah kos-pun beragam alesannya. Ada yang karna nemu
tempat yang lebih kece. Alesan lain adalah karna Ibu/Bapak kosmu guaalaaaak gak
ketulungan. Akhirnya pindah kos jadi pilihan.
Tingkat
senior, mimpimu mulai terbentuk, begitu pula kepribadianmu. Kamu udah gak sabar
untuk lulus. Karena kamu siap untuk berkelana, mengubah nasib keluarga bahkan
mengubah dunia. Atau setidaknya melanjutkan studimu ke tingkat s-2.
Tapi
sebelumnya kamu harus menaklukkan satu fase yang cukup angker untuk dilalui (katanya). fase SKRIPSI. Banyak yang gagal melalui fase ini. Dan fase inilah yang
menyebabkan banyak mahasiswa molor lulusnya, atau bahkan DO bagi yang lainnya.
Tragiss.
Masa-masa
menjelang wisudamu, kamu bakal ngerasa kangen sama suasana kuliah. Kamu bakalan
kangen rasanya grogi pas presentasi depan dosen. Deg-degan karna duduk
disamping inceran. Atau kangen rasanya kecewa waktu temen satu kelompokmu gak
pernah konsisten ngerjain tugas dan laporan, sehingga kamu musti ngerjain tugas
kelompok sendirian.
Seperti
itulah perjalanan masa kuliah. Kuliah membuat hidupmu lebih berwarna. Jangan pernah melihat PERTEMUAN sebagai muara dari PERPISAHAN, kemudian MENANGIS karena masa indahmu sudah berakhir, tapi TERSENYUM-lah karena masa itu pernah terjadi dalah kehidupanmu.
Setidaknya kamu sudah menjadi satu dengan belahan jiwamu (atau masih belum juga? nasibmu bro bro.).
Setidaknya kamu sudah menjadi satu dengan belahan jiwamu (atau masih belum juga? nasibmu bro bro.).
![]() |
| Yogyakarta, 23 Agustus 2014 |




No comments yet.
Write a comment: